Pribahasa (2) 41-70

41. Bagai mendapat durian runtuh.
Mengandung arti: Mendapatkan sesuatu tanpa disangka-sangka; memperoleh rezeki yang tak disangka.
42. Bagai musang berbulu ayam.
Mengandung arti: Berpura-pura menolong namun niat sebenarnya menjerumuskan.
43. Cacat-cacat cempedak, cacat-cacat nak hendak.
Mengandung arti: Pura-pura saja mencela padahal dalam hati sudah mau sekali.
44. Cadik terkedik, bingung terjual.
Mengandung arti: Orang yang cerdik saja dapat meleset pendapatnya, apalagi orang yang bodoh – mudahlah ditipu orang lain.
45. Calak-calak ganti asah, menunggu tukang belum datang.
Mengandung arti: Sesuatu yang dipakai untuk sementara saja karena sedang menunggu yang lebih baik diperoleh atau tiba.
46. Cerdik perempuan melebuhkan, saudagar muda mengutangkan.
Mengandung arti: Orang bodoh tidak perlu dipertimbangkan perkataannya.
47. Cerdik tak membuang kawan, gemuk tak membuang lemak.
Mengandung arti: Tidak hanya mengingat kepentingan diri sendiri.
48. Coba-coba bertanam mumbang, siapa tahu jadi kelapa.
Mengandung arti: Tetap berusaha walaupun peluang keberhasilan tidaklah besar.
49. Dahulu timah sekarang besi.
Mengandung arti: Seseorang yang harkat martabat dan kedudukannya turun.
50. Dalam laut bisa diduga, dalam hati siapa tahu.
Mengandung arti: Isi hati seseorang tidak dapat ditebak.
51. Dari telaga yang jernih, tak akan mengalir air yang keruh.
Mengandung arti: Orang baik-baik biasanya akan mempunyai keturunan anak yang baik pula.
52. Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah.
Mengandung arti: Daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati saja.
53. Daripada hidup berputih mata, lebih baik mati berputih tulang.
Mengandung arti: Daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati saja.
54. Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu dinegeri sendiri.
Mengandung arti: Bagaimanapun senangnya hidup di negeri orang, masih lebih senang hidup di negeri sendiri.
55. Datang tampak muka, pulang tampak punggung.
Mengandung arti: Harus mengikuti tata krama.
56. Daunnya jatuh melayang, buahnya jatuh ke pangkal.
Mengandung arti: Kalau bukan rezeki maka akan habis begitu saja, tetapi kalau memang rezeki makan akan tinggal terpelihara.
57. Dekat mencari induk, jauh mencari suku.
Mengandung arti: Ketika tempat merantau masih dekat maka yang menjadi saudara adalah orang yang seinduk dengan kita, namun apabila tempat merantau sudah jauh maka orang sesukupun sudah cukup jadi saudara.
58. Diam-diam penggali berkarat, diam-diam ubi berisi.
Mengandung arti: Diamnya orang bodoh tidak ada gunanya, diamnya orang yang pandai karena berfikir.
59. Enak lauk dikunyah- kunyah, enak kata diperkatakan.
Mengandung arti: Perkataan/ nasihat yang baik itu seringlah diulang-ulang supaya terpahami dengan baik.
60. Enggang lalu, atal jatuh, anak raja mati ditimpanya.
Mengandung arti: Orang yang dituduh melakukan suatu kejahatan karena kebetulan berada di tempat kejadian perkara.
61. Esa hilang, dua terbilang.
Mengandung arti: Terus berjuang/ berusaha dengan gigih sampai tercapai tujuan/ cita-cita.
62. Fajar menyingsing, elang menyongsong.
Mengandung arti: Sambutlah hari dengan semangat berusaha/ bekerja yang gigih/ kuat.
63. Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman di seberang lautan tampak.
Mengandung arti: Kebenaran seseorang yang jelas ada tidak di bicarakan namun kesalahan yang sangat kecil di besar-besarkan.
64. Gajah mati tinggalkan gading, harimau mati tinggalkan belang.
Mengandung arti: Orang meninggal selalu meninggalkan hal-hal yang baik maupun buruk yang selalu diingat orang.
65. Gajah sama gajah berjuang, pelanduk mati di tengah-tengah.
Mengandung arti: Orang-orang besar berkelahi, orang-orang kecil yang menjadi korbannya.
66. Gali lubang, tutup lubang.
Mengandung arti: Mengambil atau mencari hutang baru untuk membayar hutang yang lama.
67. Gayung bersambut, kata berjawab.
Mengandung arti: Tak ada pertanyaan/ persoalan yang tak dapat dijawab oleh orang arif.
68. Guru kencing berdiri, murid kecing berlari.
Mengandung arti: Murid biasanya bulat-bulat mencontoh gurunya, maka guru sebaiknya jangan memberikan contoh yang buruk.
69. Habis adat dengan kerelaan, hilang adat tegal mufakat.
Mengandung arti: Adat lama boleh saja tidak dituruti apabila ada kata sepakat (tegal mufakat).
70. Habis manis sepah dibuang.
Mengandung arti: Sesuatu disimpan pada saat diperlukan saja, dan dibuang jika tidak diperlukan lagi.

Komentar

Postingan Populer